Prof. Moh Muslih Perkenalkan Model Evaluasi SPIRAL dalam Orasi Ilmiah Guru Besar


Pekalongan, 6 Juni 2026 – Sidang terbuka Senat Akademik di Ballroom UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menghadirkan kontribusi akademik yang inovatif dalam dunia pendidikan. Pada Sabtu (6/6/2026), Prof. Drs. Moh. Muslih, M.Pd., Ph.D. menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar dengan memperkenalkan gagasan Model Evaluasi SPIRAL dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dalam pidatonya, Prof. Moh. Muslih menyoroti pentingnya reformulasi sistem evaluasi dalam Program Pendidikan Profesi Guru yang selama ini cenderung berorientasi pada pengukuran hasil akhir. Menurutnya, evaluasi seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga menjadi instrumen pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

“Guru profesional tidak lahir melalui evaluasi yang bersifat sesaat. Diperlukan model evaluasi yang mampu memotret proses, memberikan umpan balik, serta mendorong perbaikan secara terus-menerus,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Prof. Muslih menawarkan Model Evaluasi SPIRAL, sebuah pendekatan evaluasi yang dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi calon guru secara sistematis dan berkesinambungan. Model ini menempatkan evaluasi sebagai proses siklus yang tidak berhenti pada penilaian, melainkan berlanjut pada refleksi, perbaikan, dan penguatan kompetensi profesional.

Konsep SPIRAL menekankan bahwa evaluasi harus berlangsung secara dinamis melalui tahapan pengamatan, penilaian, refleksi, tindak lanjut, dan pengembangan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, peserta PPG tidak hanya mengetahui capaian kompetensinya, tetapi juga memperoleh arahan yang jelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mereka lakukan.

Menurut Prof. Muslih, model tersebut relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut guru memiliki kemampuan adaptif, reflektif, dan inovatif. Evaluasi yang baik tidak hanya menghasilkan angka atau nilai, tetapi juga mendorong lahirnya budaya belajar sepanjang hayat di kalangan guru.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Model Evaluasi SPIRAL dapat menjadi alternatif dalam memperkuat mutu penyelenggaraan PPG, baik pada aspek pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian. Melalui mekanisme evaluasi yang berulang dan terintegrasi, kualitas lulusan PPG diharapkan semakin terjamin.

Di hadapan para akademisi, praktisi pendidikan, dan tamu undangan, Prof. Muslih menegaskan bahwa penguatan kualitas guru merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, sistem evaluasi harus dirancang tidak sekadar mengukur keberhasilan, tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan profesional guru secara berkelanjutan.

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi momentum penting bagi pengembangan keilmuan evaluasi pendidikan di Indonesia. Melalui gagasan Model Evaluasi SPIRAL, Prof. Moh. Muslih menawarkan perspektif baru bahwa evaluasi bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan titik awal bagi lahirnya perbaikan dan pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan demi terwujudnya pendidikan yang bermutu.

0 Response to " Prof. Moh Muslih Perkenalkan Model Evaluasi SPIRAL dalam Orasi Ilmiah Guru Besar"

Posting Komentar