Tadabur Alam dan Ziarah Wali, Jamaah Masjid Darul Karim Kaji Rahasia Hidup Bahagia dalam Islam
Demak – Pengurus dan jamaah Masjid Darul Karim Perumahan Graha Tirto Asri Pekalongan menggelar kegiatan Tadabur Alam dan Ziarah Wali pada 6 Juni 2026 dengan mengusung tema “Happiness dalam Islam: Rahasia Hidup Bahagia di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia.” Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Demak ini diikuti oleh bapak dan ibu pengurus serta jamaah Masjid Darul Karim.
Rangkaian kegiatan dipandu oleh Bapak Kunduri, S.Pd. yang mengawal
jalannya acara sejak pembukaan hingga sesi diskusi. Selain mengikuti kajian
keislaman, peserta juga melaksanakan ziarah ke makam Raden Patah di kawasan Masjid
Agung Demak serta ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.
Ketua Ta'mir Masjid Darul Karim, Bapak H. Misbakhul Akrom, S.Pd., menjelaskan
bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat keimanan, memperdalam
rasa syukur, serta mengajak jamaah membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang
terbentang di alam semesta dan dalam perjalanan sejarah dakwah Islam.
"Kegiatan ini kami selenggarakan untuk mengajak jamaah melakukan
tadabur terhadap ayat-ayat kauniyah. Melalui perenungan terhadap ciptaan Allah
dan keteladanan para wali, kami berharap tumbuh kesadaran spiritual yang lebih
kuat sehingga keimanan dan rasa syukur kepada Allah semakin meningkat," ujarnya.
Kajian utama disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Khobir, M.Ag., Guru Besar UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Khobir menjelaskan bahwa salah satu persoalan masyarakat modern adalah kesalahan dalam memaknai kebahagiaan. Banyak orang mengukur kebahagiaan dari kekayaan, jabatan, popularitas, dan pencapaian materi. Padahal tidak sedikit orang yang memiliki semua itu namun tetap merasakan kegelisahan, kecemasan, dan kehampaan hidup.
Menurutnya, kebahagiaan sejati terletak pada hati yang selalu terhubung
dengan Allah SWT. Hati yang dipenuhi iman, syukur, dan kesadaran akan makna
hidup akan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan tenang.
"Kebahagiaan bukan soal seberapa banyak yang kita miliki, tetapi
seberapa dekat hati kita dengan Allah SWT. Ketika hati menemukan Tuhan, maka
ketenangan akan hadir meskipun dunia terus berubah," jelasnya.
Prof. Abdul Khobir menjelaskan bahwa Islam menawarkan jalan kebahagiaan
melalui dzikir, syukur, qana'ah, serta kemampuan membangun hubungan yang baik
dengan sesama manusia. Kebahagiaan juga tumbuh dari kesediaan untuk berbagi,
memberi manfaat kepada orang lain, dan menjalani hidup dengan penuh makna.
"Manusia tidak akan menemukan kebahagiaan yang utuh di tengah
lingkungan yang rusak. Menjaga alam adalah bagian dari rasa syukur kepada
Allah. Ketika manusia menjaga bumi, sesungguhnya ia sedang menjaga kualitas
kehidupannya sendiri," ungkapnya.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kebahagiaan dalam Islam dibangun
melalui keseimbangan tiga hubungan, yaitu hubungan dengan Allah (hablun
minallah), hubungan dengan sesama manusia (hablun minannas), dan
hubungan dengan alam (hablun minal 'alam). Ketiga hubungan tersebut
menjadi fondasi kehidupan yang damai dan bermakna.
Sementara itu, panitia kegiatan menyampaikan bahwa antusiasme jamaah
menjadi energi utama terselenggaranya acara tersebut.
"Kami melihat jamaah sangat menikmati rangkaian kegiatan ini.
Kajian, tadabur, dan ziarah menjadi kombinasi yang memperkaya pengalaman
spiritual peserta. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat
nilai spiritual. Melalui kajian kebahagiaan dalam Islam, tadabur alam, dan
ziarah ke makam para wali, peserta diajak memahami bahwa kebahagiaan sejati
tidak ditemukan dalam gemerlap dunia, melainkan dalam hati yang dekat dengan
Allah, dipenuhi rasa syukur, memiliki kepedulian kepada sesama, serta
bertanggung jawab menjaga alam sebagai amanah dari Sang Pencipta.


0 Response to "Tadabur Alam dan Ziarah Wali, Jamaah Masjid Darul Karim Kaji Rahasia Hidup Bahagia dalam Islam"
Posting Komentar